Fakta dan Data Mengenai Malaria

-Penyakit menular:
Bersifat reemerging (menular kembali secara massal), menyerang semua golongan umur, mulai bayi, anak-anak dan orang dewasa. Yang diserang umumnya rakyat yang tinggal di pedesaan dan tempat yang banyak genangan airnya.

– Masa inkubasi:
yakni jangka waktu yang diperlukan dari masuknya parasit ke badan manusia hingga terasa adanya sakit, seperti demam, menggigil dll, rata-rata 14 hari, namun tergantung macam parasit yang masuk.

– Penyebab dan cara penularan:
Malaria disebabkan oleh parasit yang sifatnya sama seperti benalu pada tumbuhan, parasit hidup dengan mengambil makanan dari darah manusia serta merusak sel-sel darah tersebut, sehingga orang yang bersangkutan mengalami kekurangan darah. Hanya nyamuk Anopheles betina yang menggigit dan jika kemudian menggigit orang sehat, maka parasit itu dipindahkan ke tubuh orang sehat dan jadi sakit. Seorang yang sakit dapat menulari 25 orang sehat sekitarnya dalam waktu musim penularan (3 bulan di mana jumlah nyamuk meningkat).

– Ciri nyamuk Anopheles:
Jumlahnya mencapai 80 spesies dan hanya 16 jenis yang menjadi vektor penyebar malaria di Indonesia. Relatif sulit membedakannya dengan jenis nyamuk lain, kecuali dengan kaca pembesar. Ciri paling menonjol yang bisa dilihat oleh mata telanjang adalah posisi waktu menggigit menungging, terjadi di malam hari, baik di dalam maupun di luar rumah, sesudah menghisap darah nyamuk istirahat di dinding dalam rumah yang gelap, lembab, di bawah meja, tempat tidur atau di bawah dan di belakang lemari.

– Tanda-tanda penyakit malaria:
Datangnya didahului oleh perasaan lesu, timbul rasa dingin menggigil tapi suhu badan meninggi, kemudian berkeringat dingin diiringi turunnya panas. Demam menggigil ini dapat berulang-ulang tiap dua atau tiga hari sekali atau dapat juga tidak teratur.

– Jumlah Korban:
Tiap tahun 20 juta orang Indonesia menderita malaria dan 35.000 orang meninggal karenanya (Survai Kesehatan Rumah Tangga, 2000).

– Upaya pencegahan:
Memakai kelambu, memasang kawat kasa, mengandangkan ternak di antara rempat pemukiman dan sarang nyamuk, memasang obat anti nyamuk, mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk, mengeringkan tempat air tergenang yang sering dijadikan sarang nyamuk, penyemprotan malaria, menjaga kesehatan lingkungan dan keseimbangan alam. (Muhtar/PR).***

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0103/09/cakrawala/utama3.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s